9 Tahap Rutin Membaca Buku (investasi masa depan)

  • 3 min read
  • Mar 07, 2019

Membaca buku merupakan investasi pengetahuan diri untuk masa depan. Investasi sendiri perlu dikelola dengan baik, yakni dengan menambah investasi tersebut secara rutin sehingga dapat menghasilkan buah yang manis di suatu saat nanti.

Sama halnya dengan membaca buku tak cukup hanya sekali atau dua kali, namun perlu secara rutin sehingga mampu mengakumulasi berbagai pengetahuan dan kemudian menambah pemahaman serta kebermanfaatan. Sekarang yang menjadi pertanyaan, seberapa rutinkah teman-teman menyelesaikan membaca satu buku?

Saya ingin berbagi pengalaman, yakni dalam dua setengah tahun lalu hingga saat ini telah berkomitmen untuk menyelesaikan buku minimal empat buah setiap bulannya. Sampai saat ini target itu pun berjalan cukup baik. Selama dua setengah tahun ini tercatat lebih dari seratus buah judul buku yang telah berhasil saya baca.

Saya sadar target membaca buku empat buah selama sebulan masih sangat bisa ditingkatkan dan saya yakin bahwa bisa menargetkan membaca buku lebih banyak lagi, yakni tiga buah selama sepekan dalam tahun 2019 ini. Berikut ada beberapa tips yang saya terapkan dan ingin bagikan untuk membaca buku secara rutin dan efektif :

Tetapkan target rutin berapa banyak buku terbaca

Sebelum memulai membaca, kita perlu menetapkan sebuah komitmen secara kuantatif mengenai seberapa banyak membaca buku setiap waktunya. Bila sehari mampu membaca 50 halaman, maka untuk buku ukuran kurang lebih 300 halaman dapat diselesaikan sepekan. Buatlah target semisal satu pekan satu buku atau mungkin jika belum terbiasa boleh satu bulan satu buku.

Tetapkan waktu kapan harus membaca

Rutin membaca adalah tentang bagaimana kita meluangkan waktu untuk membaca, bukan membaca di waktu luang. Walaupun boleh-boleh saja membaca di waktu luang, namun jika kesulitan mencari waktu luang jangan jadikan alasan tersebut untuk tidak sempat membaca, karena bukan merupakan alasan yang bijak. Untuk itulah, perlu  menetapkan waktu kapan setiap hari atau mungkin setiap pekan yang khusus diluangkan untuk membaca, misalnya satu jam dari jam 6 pagi sampai 7 pagi setiap hari atau 5 jam dari pagi jam 6 sampai jam 11 di akhir pekan. Jika sudah menetapkan, maka tulislah di suatu tempat agar mudah teringat dan yang paling penting adalah fokus membaca buku pada waktu tersebut.

Buat catatan historis setiap kali buku terbaca

Setelah itu, kita perlu membuat sebuah catatan historis yang berisi buku-buku yang telah dibaca berdasarkan kapan mulainya dan kapan berakhirnya. Hal tersebut akan sangat membantu kita untuk mengevaluasi diri terkait target membaca yang telah dibuat. Katakanlah saya memiliki target rutin membaca sebulan empat buku, namun kenyataannya hanya dapat membaca dua buku bulan ini padahal tiga bulan yang lalu bisa mencapai target. Kondisi ini bisa dipertanyakan, yakni sesuatu apa yang menghambat sehingga mengurangi performa.

Pelajari maksud buku sebelum mulai membaca

Pemanasan sebelum mulai membaca buku merupakan hal yang penting layaknya olahraga agar tidak kaku. Setiap penulis buku pasti mempunyai maksud tertentu dalam menulis. Maksud ini dapat dipelajari melalui bagian paling belakang sampul, kata pengantarnya, dan daftar isi. Pada intinya, bagaimana memahami garis besarnya sebelum menyelami lebih dalam, agar kita tahu kemana arah yang dituju.

Tetapkan tujuan pribadi dari setiap buku yang akan dibaca

Setiap orang bisa jadi memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam memahami buku yang sama. Misalnya untuk jenis buku pengembangan diri, tidak semua poin dalam buku itu bisa diterapkan, bisa jadi hanya beberapa poin yang paling penting dan relevan dengan keadaan pembaca sehingga efektif bisa diterapkan. Tujuan lain misalnya ingin menambah wawasan terkait bagian ini dan itu, atau juga ingin membandingkan pengetahuan ini dan itu. Oleh karena itu, sebelum membaca tetapkan tujuan itu menurut kebutuhan masing-masing.

Atur kecepatan bacaan pada kalimat/paragraf/bab sesuai apa yang ingin diketahui

Dari pengalaman saya membaca buku, belum tentu semua hal yang ada dalam buku akan tertanam kuat dalam ingatan dengan sekali membaca. Ada bagian-bagian yang terlupa dan juga ada bagian lainnya yang teringat. Oleh karena itu, bacalah isi buku sesuai dengan apa yang ingin diketahui dari tujuan membaca yang telah ditetapkan. Kita bisa mengatur kecepatan membaca secara cepat ataupun teliti berdasarkan fokus apa yang ingin diketahui. Misalnya kita bisa membaca secara skimming untuk hal-hal yang sifatnya informasi tambahan, namun kita bisa membaca teliti untuk hal-hal yang merupakan gagasan atau ide pokok dari buku tersebut.

Tandai paragraf dan kalimat penting

Dengan menandai paragraf dan kalimat penting menggunakan coretan, tempelan, catatan dan lainnya akan sangat membantu. Hal tersebut akan memudahkan kita untuk menemukan paragraf atau kalimat penting itu kembali bisa suatu saat diperlukan untuk membaca dan memahami lagi.

Baca ulang paragraf dan kalimat yang telah ditandai

Setelah menyelesaikan isi buku dan menandai paragraf dan kalimat penting, perlu membaca ulang kembali secara ringkas agar secara keseluruhan maksud dari buku tersebut terbangun dengan baik. Dengan membaca ulang hal-hal yang penting juga akan memperkuat daya ingat kita terhadap maksud dari buku tersebut.

(Bila perlu) menuliskan apa yang telah didapatkan dari membaca buku

Terakhir bila perlu menuliskan kembali apa yang telah didapatkan dari membaca buku tersebut dengan bahasa pembaca. Hal ini akan semakin menguatkan ingatan dan pemahaman kembali dari apa yang telah dipelajari dari membaca buku tersebut. Setelah itu bila berhasil menulis, boleh saja dibagikan kepada orang lain tentunya hal tersebut bisa mendatangkan manfaat tersendiri.

Selamat membaca dan semangat menimba inspirasi!