ilustrasi cerita motivasi panggung kehidupan
Cerita inspiratif

Panggung Kehidupan

“Orang suka mencari kesalahan orang lain seolah-olah akan ada pahala yang di perolehnya”

Di sebuah nrgeri antah berantah, seorang tokoh masyarakat tengah berbicara di hadapan para warganya untuk memberikan tanggapan tentang kasus beredarnya rekaman video mesum pasangan selebritas yang terjadi di negeri itu.

“Kita harus tegas dan kras memberikan sanksi kepada mereka. Hal ini sungguh memalukan warga tempat tinggal kita kata pemuka masyarakat itu dengan berapi-api.

“Apa kira-kira hukuman yang tepat untuk perbuatan bejat dan tidak bermoral itu?” lanjutnya memprvokasi warga.

“Kita kucilkan saja dia,” teriak seorang bapak. “Usir dia dari tempat tinggalnya,” sahut yang lain. “Laporkan ke polisi dan masukan penjara,” Kata seorang ibu.

“Arak aja keliling kota, biar dia kapok dan tidak mengulangi lagi perbuatanya,” pinta seorang warga.

Bahkan, ada usul yang lebih seram lagi. “Hukum rajam saja mereka sampai mati,” teriak beberapaorang tua.

“Nah, kalaian dengar sendiri bukan?perbuatan mereka tidak bisa di maafkan karena telah menodai dan merusak moral bangsa. Bukan hanya masyarakat kita saja yang marah terhadap ulah mereka, tetapi malaikat di surga pun menangis akibat dan perbuatan bejat dan memalukan itu,” Seru si pemuka masyarakat dengan penuh semangat.

Tiba-tiba, di tengah kerumunan masaada seorang bapa tua yang tidak mereka kenal dan berpenampilan agak aneh menangis tersedu-sedusetelah mendengar pidato tersesbut. Hal ini membuat si tokoh masyarakat menghentikan pembicaraan nya dan bertanya kepada si bapak tua itu, “Siapa nama mu dan dari mana asal mu?, Kami belum pernah melihat mu di kampung ini?”.

“Nama saya, eh….nama saya, ma…ma…ma..malaikat,” jawab bapak tua itu sambil tarus menangis.

“Nah, saudara-saudara dengar dan lihat sendiri, perkataan saya tidak bohong. Di depan kita ada seorang malaikat yang di utus tuhan untuk membuktikankepada kita bahwa perbuatan pasangan artis tersebut tidak hanya menodai umat manusia, Tetapi juga mengecewakan para penghuni akhirat,” Ungkap si pemuka dengan penuh percaya diri.

Tiba-tiba malaikat tersebut berhenti meangis dan mengangkat tangan untuk berbicara, “Mohon maaf, Bapak pembicara, saya sejak tadi menangis bukan karena perbuatan pasangan artis tersebut, Saya menangis karena kemunafikan mu,” jawab malaikat sambil menunjukan sekeping yang konon berisi adegan mesum yang di lakukan tokoh masyarakat itu, yang tidak kalah serunya jika di bandingkan dengan yang di lakukannya oleh para artis tersebut.

“Hah, Rekaman perbuatan ku?” kata si tokoh dalam hati. Dan, seketika itu ia juga menghentikan pidatonya dengan alasan sakit jantung nya kumat.

“Ha…ha..ha… Makanya, jangan keras-keras membacakan kesalahan orang lain jika diri sendiri juga pernah melakukan hal yang sama,” baik malaikat kepada si pemuka masyarakat yang terus memegang dadanya yang kesakitan.

Baca Juga : Kisah “Jeff Bezos” CEO Amazone

KESIMPULAN

Hidup manusia memang tak ubahnya seperti buah panggung sandiwara. Ada peran kocak dan ada peran berpura-pura. Ada yang menagis dan ada pula yang tertawa. Biarlah setiap orang mempertanggung jawabkan segala perbuatanya, sesuai dengan peraturan hukum dan kaidah yang berlaku.

Persoalan yang lain serahkan saja kepada sang sutradara yang akan menilai akting kita masing-masing di pengadilan tertinggi nantinya, yang penting marilah kita terus eling dan waspada agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang merusak citra diri dan perjalanan hidup kita.

Dan, setiap kali melihat kesalahan kesalahan orang lain, cobalah untuk menarik hikmah dan pelajaran dari kesalahan serta kekhilafan mereka, agar peranan kita di atas panggung kehidupan ini, semakin harisemakin bijaksana dan bermakna.

Semoga bahagia… 🙂

Baca Juga : Lebih Baik Tidak Pakai Celana Dalam

One Reply to Panggung Kehidupan

Comments are closed.